BUDIDAYA TOMAT

CARA BERTANAM TOMAT HIBRIDA (Dataran 800 – 1200 M dpl)

Sebuah rekomendasi teknik bertanam yang memerlukan penyesuaian sesuai potensi agroklimat setempat

Syarat tumbuh
Tanaman tomat akan tumbuh baik pada iklim yang memiliki suhu antara 160 – 260 C. Banyak sina\ar matahari dan kelembaban rendah. Bila kekurangan sinar ruas tanaman kurus memanjang, bunga mudah rontok dan buah tidak bisa membesar. Kondisi suhu malam hari yang terlalu tinggi (>200 C) berpengaruh terhadap proses pembentukan buah karena bunga menjadi rontok. Cocok ditanam pada tanah berpasir, lempung dan subur, dan pH 5,5 – 6,5.
Persemaian
Kebutuhan benih per hektar 100 – 150 g. Media semai terdiri dari tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 ditambah TSP dan Furadan yang dimasukan di dalam polibag. Apabila perlu, benih direndam dulu dalam larutan fungisida dan bakterisida (Benlate dan Agrept) selama 4 – 6 jam atau direndam dengan air hangat kuku lalu ditiriskan. Selanjutnya benih dimasukan ke dalam polibag 1 biji/polibag dan ditutup dengan tanah lembut atau halus, lalu disirram dan ditutup dengan lembaran karung goni (naungan semai) Pemeliharaan semai dilakukan dengan menjaga media semai tetap lembab, karung goni dibuka seetelah benih berkecambah. Apabila diperlukan dilakukan penyemprotan pupuk daun dan fungisida (Growmore P) pupuk P dan fungisida untuk rebah batang phytium.
Pengolahan tanah.
Tanah diolah, dibuat bedengan lebar 120 cm & tinggi 30 cm, Diberi pupuk kandang 20 ton/ha atau 1 kg/tanaman. Kapur pertanian (kaptan) diberikan dengan dosis 2 ton/ha atau 10 g/tan. Dosis pupuk dasar N:P:K = 2:1:1 sebanyak 100 g, waktu pemberian sekitar 5 – 7 sebelum tanam. Selanjutnya bedengan ditutup dengan mulsa plastic. Lubang tanam dibuat dengan cara melubangi mulsa dengan jarak tanam 60 – 70 cm

Transplanting
Bibit ditanam pada umur sekitar 17 hss. Ditanam 1 tan./lubang. Bibit yang ditanam pilih yang vigor dan tidak rebah.

Pemeliharaan
1. Apabila diperlukan penyulaman dilakukan maksimal 7 hari setelah penanaman
2. Pupuk susulan diberikan mulai 15 – 20 hst dengan dosis 2 – 3 kg NPK per 200 liter air dengan dosis 250 ml per tanaman
3. Pemberian pupuk susulan selanjutnya setiap 8 – 12 hari denggan dosis yang sama sampai umur 80 hst
4. Pengairan diberikan apabila kondisi lahan kurang lembab
5. Penyiangan dilakukan apabila banyak gulma
6. Pemasangan ajir dan pengikatan dilakukan sedini mungkin agar tidak mengganggu sistem perakaran.
7. Pemotangan pucuk dilakukan apabila bunga mencapai 7 – 8 tandan/tanaman
8. Pewiwilan buah dilakukan sedini mungkin untuk menghindari busuk hitam Erwinia akibat pelukaan

Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman tomat antara lain, Agrotis (ulat), pelubang daun (leaf miner), ulat buah (Helioptis almigera), kutu putih (White Fly), nematota (cacing). Pengendalian dengan cara pemijitan dan pembuangan tanaman terserang, memperbaiki sanitasi kebun dan MPHP, penyemprotan larutan Decis, Trigard, Curacron, Agrimek dan pemberian Furadan

Penyakit
Layu Fusarium. Gejalanya layu dimulai dari daun tua atau menyerang dari bawah ke atas. Sering terjadi pula layu sebagian dan prosesnya cepat. Pengendalian melalui perbaikan sanitasi, MPHP dan drainase serta penyemprotan fungisida a.l. Benlate & Anfil.

Phytoptora. Gejalanya banyak di musim hujan dan berkabut. Daun, batang dan buah membusuk, berwarna hitam dan basah dengan bau yang keras. Bagian bawah daun terlihat lembaran putih. Pengendalian, dengan mengatur jarak tanam, mengurangi naungan dan perempelan daun tua serta penyemprotan fungisida seperti Ridomil, Dithane dan Curzate.

Alternaria. Gejalanya banyak terjadi di pergantian musim. Pada daun, batang dan buah terdapat lingkaran berwarna coklat dan kering disertai lingkaran yang berwarna kuning. Pengendalian, melalui pengaturan jarak tanam dan mengurangi naunganserta dengan penyemprotan fungisida yang cocok seperti Curzate dan Derosal.

Phytium atau rebah batang. Gejalanya banyak terjadi di musim hujan, pangkal batang mengerut dan berwarna hitam yang mengakibatkan tanaman rebah. Pengendalian, melalui pemakaian naungan saat persemain, penggunaan media semai yang steril, merendam benih dalam larutan fungisida, penyemprotan fungisida pada persemaian serta perlakuan fungisida pada saat transplanting. Fungisida yang digunakan misalnya, Score dan Ridomil.

Layu bakteri (Pseudomonas solacearum). Gejalanya tanaman layu atau mati ujung dengan daun menguning, batang mengeluarkan lendir jika direndam. Pengendalian, melalui pengolahan tanah yang baik, perbaikan drainase dan sanitasi kebun, rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sejenis serta penyemprotan bakterisida seperti Agrept dan Agrimycin.

Panen
Pemanenan dapat dilakukan mulai umur 65 – 80 hari setelah tanam. Buah yang pertama matang atau dipanen adalah buah yang ada pada tandan pertama. Panen dapat dilakukan 3 atau 4 hari sekali. Masa produksi berlangsung 12 sampai 16 kali panen atau 40 hari dan dapat mencapai 3 kg/tanaman.

Lain-lain
• Dianjurkan tidak memberikan unsur N berlebihan
• Dianjurkan jumlah tandan yang dipelihara 7-8 tandan

About HORTIERS

Simple saja..
This entry was posted in Bukukecil Pertanian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s